Postingan

Titik butuh (secuil harapan yang tersisa)

Gambar
Aku kembali membolak-balik lembaran-lembaran buku lama, membaca berulangkali dan mengingat erat-erat tiap kata dan kalimat yang tersurat. Kugenggam kuat buku lusuh yang tengah berada dipangkuanku, tatapan lekat yang menyiratkan semua akan baik-baik saja dan indah pada masanya. Nafas berat tak hentinya berhembus dengan sendu, rasa sakit, kecewa dan seluruh rasa rumit semakin merasuk ulu dada. Cahaya mentari yang perlahan menerobos masuk dari jendela pun tak urung menahan luka yang tak berdarah. Ini terlalu menyakitkan untuk dikenang, pun begitu tak sedikitpun aku berniat untuk membuang seluruh kenang. Aku butuh kepala dingin untuk mereka ulang, butuh lapang untuk menghapus seluruh kenang, butuh waktu untuk berpikir agar kembali berakal. Aku butuh menghitung langkah agar tak kembali terjungkal, butuh dinding untuk kembali bersandar setelah meringkuk dalam kegelapan, butuh air mata agar lapang isi dada, butuh warna agar kembali cerah dan terarah. Aku butuh duduk sejenak menikmati rasa pah...

Sayap patah🥀

Gambar
Pada akhirnya kita ditakdirkan untuk berjalan tidak beriringan. Semua bahagia dan getaran di ulu dada yang selalu datang tiba-tiba kini rapuh dan musnah. Pada akhirnya aku berteriak pada senja bahwa separuh jiwaku sulit untuk beranjak lebih jauh. Aku merayakan hari ini : yah hari dimana luka itu bermulai, hari dimana goresan itu hanya umpama goresan yang sering kuabaikan. Ku kira semuanya akan tetap baik-baik saja, hatimu, hatiku dan kisah kita akan tetap abadi sebagaimana mestinya. Memang terkadang manusia bisa merencanakan, tapi Tuhan yang menetapkan, bukan? Goresan itu menjadi bumerang untuk ulu dada rapuh yang ku kira kuat ikatannya. Rapuh, ya benar-benar hancur kala itu. Hari ini aku akan merayakan -- kehilangan yang cukup mengusik ulu dada yang berdenyut hebat entah karena kecewa, marah atau apa. Meski memori dan rasa itu telah sirna, tapi tetap saja aku ingin merayakan peraduan rasa sakit itu. Menyelami dalam-dalam menikmati setiap luka yang pernah kau tinggalkan, melangkah lebi...

Part of speech - ( Mengenal kelas kata kata lebih mudah dalam bahasa Inggris)

Gambar
  Part Of speech (Kelas Kata) Hello guys, welcome back with our lesson "Easier ways to learn English" atau "Cara mudah belajar bahasa Inggris".  Waaaah, mana nih temen-temen yang sering ngeluh ke Minmod  🗣️ : "kak gimana sih belajar bahasa Inggris yang lebih mudah?" 🗣️ : "Kak gimana sih cara biar bisa percaya diri buat belajar bahasa Inggris?" 🗣️ : "Kak kasih formula nya dong biar kita juga paham grammar" 🗣️🗣️🗣️🗣️🗣️🗣️ Dll Buat perkenalan seputar pelajaran bahasa Inggris, kuy kita kepoin terlebih dahulu tentang kelas kata yah sebelum kita bedah satu persatu dari Tenses dan rules (aturan) yang berlaku dalam pemakaian grammar dan juga nanti kita bakal bahas mengenai Speaking dan pronociation di waktu yang lain, oke?😉 Jadi guys, buat kelas kata sendiri, kita juga punya formula mudah buat kenal dan paham tentang kelas kata. Temen-temen pernah denger kata ini ngga? " PANCAVIP " Bagi temen-temen yang sebelumnya pernah ikut ...

Resensi Novel “Tentang Kamu” Tere Liye: Tentang Perjalanan yang butuh perjuangan

Gambar
Perjalanan Sri menuju takdir yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, hingga dia berhasil meniti tiap luka dan air mata hingga bisa berkeliling dunia. IDENTITAS BUKU : Judul Buku : Tentang Kamu Pengarang : Tere Liye Penerbit : Republika Cetakan : I, Oktober 2016 Tebal : vi + 524 hlm. ISBN : 9786020822341 SINOPSIS :  Buku ini bermula dari kehidupan sosok Zaman Zukarnaen seorang pengacara asal Indonesia yang bekerja di Belgrave Square, London. Zaman dipercayai untuk menuntaskan sebuah misi besar. Banyak teka-teki yang harus dipecakannya untuk menyelesaikan masalah besar ini. Mungkin saja, saat kamu membaca judulnya, hal pertama yang terlintas di benak mu mungkin saja tentang sebuah perjalanan cinta bukan?. Mungkin saja itu sedikit benar, namun selain itu novel ini akan mengajarkan mu banyak hal tentang arti sebuah pengorbanan. Dari novel ini kita akan belajar bagaimana peliknya kehidupan saat krisis ekonomi melanda. Kita belajar bagaimana cara berusaha dan mempertahankan tahta dan ku...

Resensi Novel "Pergi" karya Tere Liye

Gambar
IDENTITAS BUKU : Judul: Pergi Penulis: Tere Liye Penerbit: Republika Tebal Buku: iv + 455 halaman Tahun Terbit: April 2018 ISBN: 978-602-5734-05-2 SINOPSIS : Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan demi kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan kemana langkah kaki akan dibawa Pergi. Pergi merupakan sebuah novel bergenre action, drama, dan laga. Novel ini melanjutkan kisah tokoh Bujang (yang sebelumnya diceritakan pada novel Pulang).  Berbeda dengan Pulang yang berarti siapapun pasti akan pulang ke hakikat kehidupan, dimana Bujang akhirnya pulang menjenguk pusara mamak dan bapaknya serta berdamai dengan masa lalu yang menyakitkan. Pergi berkisah tentang petualangan seorang Bujang sang tokoh utama dalam menemukan arti tujuan hidup dan menemukan arti kata ‘ Pergi ’ yang sebenarnya. Bujang yang kerap dijuluki Sang Babi Hutan dan bernama asli Agam dikenal sebagai tukang pukul handal keluarga Tong salah satu penguasa Shadow Compan...

Resensi Novel "Pulang" karya Tere liye

Gambar
IDENTITAS BUKU : Tebal : 400 halaman Tahun terbit : 2015 SBN : 9786020822129 SINOPSIS : Novel ini menceritakan kisah seorang anak laki-laki bernama Bujang yang tinggal di pedalaman rimba Sumatra bersama Bapak dan Mamak-nya , Samad dan Midah. Hidupnya sederhana, tak berbeda seperti anak kecil pada umumnya. Suatu hari, kedatangan rombongan Tauke Besar dari kota untuk berburu di desa tempat Bujang tumbuh menjadi awal perubahan hidup Bujang. Tak ada yang menyangka jika hari dimana dia bergabung dengan rombongan Tauke Besar untuk berburu babi di pedalaman rimba itu akan menjadi poros perubahan terbesar dalam kendali hidup Bujang.  Malam itu, entah apa yang terjadi bujang seakan-akan kehilangan rasa takutnya. Ia berdiri dengan gagahnya melindungi Tauke Besar di saat babi besar yang gagah berani itu menunjukkan taringnya. Ia memandang rombongan Tauke besar dengan mata yang merah karena marah, hingga saru persatu pasukan tumbang karena kebengisan dari babi raksasa itu. Di sanalah semu...

Everything Will be Better

Gambar
  Hidup dengan trauma yang membayangi itu bukan keinginan seseorang. Aku yakin bahwa mereka yang memiliki luka traumatis masa lalu, pasti sedang sekuat tenaga untuk berdiri dan melangkah maju. Terkadang mereka ingin bersandar, namun luka masih basah dan membuat mereka kembali menghindar. Terkadang mereka ingin punya “rumah”, namun luka masih menganga dan membuat mereka enggan untuk bercerita. Rasa takut akan pengkhianatan dan sakit batin atas penganiayaan, membuat hati mereka sangat rapuh dan sensitif terhadap segala sesuatu. Tak mudah bagi mereka untuk berteriak dan mengeluarkan segala yang memenuhi kepala, terbiasa dalam diam juga kesendirian, dan hanya berbicara dengan bayang-bayang. Semacam terikat, kepercayaan kepada manusia lain terhalang banyak sekat. Susah, ketika bertubi-tubi hatinya dicabik lalu dipaksa untuk bangkit. Jadi, jangan pernah membersamai seseorang yang hidup dengan traumanya jika kamu tak benar-benar siap dengan perilaku aneh dan tidak jelasnya. Alih-alih ingi...

Selangkah lebih maju?

Gambar
  Jika ada orang berbicara mengenai kita di belakang, itu tanda bahwa kita sudah ada di depan. Saat orang merendahkan diri kita, itu tanda bahwa kita sudah berada di tempat yang lebih tinggi. Saat orang berbicara dengan nada iri mengenai kita, itu tanda bahwa kita sudah jauh lebih baik dari mereka. Saat orang bicara buruk mengenai kita, padahal kita tidak pernah mengusik kehidupan mereka, itu tanda bahwa kehidupan kita sebenarnya lebih indah dari mereka. Payung tidak dapat menghentikan hujan tapi dapat membuat kita berjalan menembus hujan untuk mencapai tujuan. ☕ Yui Chan

TRAUMA (boy chandra)

Gambar
  Semua seolah baik-baik saja. Tawa yang lepas. Lampu panggung yang meriah. Kehidupan yang mungkin diinginkan banyak orang. Aku memiliki sebagian yang orang lain tidak miliki. Semua tampak seperti sempurna. Seolah tidak ada celah untuk luka. Namun jauh di dalam diriku, kesepian selalu datang menghampiri. Kesedihan yang sering kusembunyikan.  Aku bahkan tidak berani membuka hatiku lebih luas lagi. Orang-orang yang pernah datang di masa lalu membekaskan rasa takut yang membeku. Aku takut tidak bisa menemukan orang yang tepat. Takut terlulang lagi kecewa yang sama. Takut jatuh lagi pada rasa sayang yang akhirnya sia-sia. Novel "TRAUMA", terbaru dari Boy Candra

Petang di Bandara

Gambar
  Nanti kita ke Bandara yah, bergandengan tangan sembari bercerita. Bukan untuk merayakan pertemuan setelah lama terpisahkan atau menangisi kepergian. Tapi, untuk mengelilingi dunia bersama. Nanti, kita ke Bandara ya. Melingkari nama-nama negara di peta dan berangkat bersama. Bukan untuk di jadikan angan-angan saja. Namun, kita wujudkan menjadi nyata. Di pesawat nanti, aku ingin duduk di samping jendela sembari menikmati gumpalan awan yang menyempurnakan sang senja. Nanti, kita ke bandara ya. Bukan untuk melihat landas atau terbangnya pesawat. Melainkan, untuk menjelajahi kota-kota yang ada di sudut-sudut negara dalam lingkup semesta. Semoga saja ya. Hehehe. _Teresia