Everything Will be Better


 Hidup dengan trauma yang membayangi itu bukan keinginan seseorang.

Aku yakin bahwa mereka yang memiliki luka traumatis masa lalu, pasti sedang sekuat tenaga untuk berdiri dan melangkah maju.

Terkadang mereka ingin bersandar, namun luka masih basah dan membuat mereka kembali menghindar.

Terkadang mereka ingin punya “rumah”, namun luka masih menganga dan membuat mereka enggan untuk bercerita.

Rasa takut akan pengkhianatan dan sakit batin atas penganiayaan, membuat hati mereka sangat rapuh dan sensitif terhadap segala sesuatu.

Tak mudah bagi mereka untuk berteriak dan mengeluarkan segala yang memenuhi kepala, terbiasa dalam diam juga kesendirian, dan hanya berbicara dengan bayang-bayang.

Semacam terikat, kepercayaan kepada manusia lain terhalang banyak sekat.

Susah, ketika bertubi-tubi hatinya dicabik lalu dipaksa untuk bangkit.

Jadi, jangan pernah membersamai seseorang yang hidup dengan traumanya jika kamu tak benar-benar siap dengan perilaku aneh dan tidak jelasnya.

Alih-alih ingin membantunya sembuh, tapi kamu malah membuatnya kembali jatuh dan semakin rapat untuk menutup pintu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Titik butuh (secuil harapan yang tersisa)

Sayap patah🥀

Petang di Bandara